Pemkab Purwakarta Kerahkan Mobdin Untuk Antar Jemput Lansia Peserta Vaksinasi Covid-19

PURWAKARTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Purwakarta melansir, kepesertaan vaksinasi Covid-19 di wilayah ini cenderung masih rendah. Terutama, vaksin untuk kalangan lansia yang angkanya masih dibawah 4 persen dari target.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika tak menampik hal itu. Menutur dia, pihaknya harus segera mengambil langkah supaya cakupan peserta vaksin kalangan lansia bisa dikejar sesuai target. Salah satu upaya yang akan dilakukannya, yakni dengan mengerahkan mobil dinas para pejabat untuk jemput bola ke rumah lansia yang menjadi target vaksinasi.

“Salah satu yang menjadi alasannya, karena jarak tempuh dari rumah ke lokasi vaksinasi itu jauh. Makanya, kami inisiatif menyiapkan mobil dinas untuk para lansia yang akan divaksin ini,” ujar Ambu Anne, Senin (21/6/2021).

Anne menjelaskan, pihaknya telah menginstruksikan ke masing-masing OPD untuk menyiapkan mobil dinas tersebut. Masing-masing OPD atau dinas nantinya diharapkan bisa menjemput 30 lansia peserta vaksin.

“Rata-rata, tidak tercapainya realisasi vaksin lansia ini karena banyak peserta yang tidak datang dengan alasan tersebut. Misalkan, yang diundang 3.000 orang, yang datang hanya 1.500. Makanya, kita ambil langkah untuk menjemput mereka, supaya targetnya terpenuhi,” jelas dia.

Anne mengklaim, sebenarnya secara umum tidak semua kalangan minim kepesertaannya. Untuk tenaga kesehatan misalnya, angka kepesertaannya bahkan sudah lebih dari 100 persen. Saat ini, kata dia, juga sedang digenjot untuk kalangan guru, ASN dan pegawai non ASN. Pihaknya optimistis angka kepesertaan vaksin kalangan guru dan pegawai pemerintahan bisa mendekati target.

Anne menambahkan, selain cakupan peserta vaksin, dari hasil rapat evaluasi GTPP Covid-19 Purwakarta juga membahas mengenai keterisian ruang penanganan di RS rujukan. Di wilayahnya, angka keterisian bed ini masih atas 92 persen.

“Betul, Purwakarta jadi salah satu kabupaten yang BOR-nya tinggi di Jawa Barat. Padahal, kita sudah menambah 56 bad di seluruh RS terutama di Bayu Asih,” kata dia.

Sesuai dengan arahan dari satgas Provinsi, Anne juga berharap seluruh rumah sakit rujukan di wilayahnya bisa kembali menambah 30 persen dari jumlah tempat tidur yang sudah tersedia hari ini. Tapi memang, ada kendala lain yang dihadapi, yakni di kekurangan tenaga medis di setiap rumah sakit.

“Tenaga medis yang terkonfirmasi positif juga sudah banyak. Artinya, tenaga medis yang ada saat ini, jumlahnya minim. Kita sudah usulkan ke provinsi untuk penambahannya,” demikian Ambu Anne. (*)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maaf klik kanan di Nonaktifkan !!!