Bupati Purwakarta Lepas Kafilah MTQH ke Provinsi Jawa Barat: Dorong Semangat Generasi Qurani

PURWAKARTA – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, secara resmi melepas kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) Kabupaten Purwakarta yang akan bertanding di ajang MTQH Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025, Sabtu, 14 Juni 2025, bertempat di Pendopo Kabupaten Purwakarta.

Mengusung tema “Meraih Prestasi Menuju Generasi Qurani, Mewujudkan Purwakarta Istimewa”, kegiatan ini menjadi momen penting dalam perjalanan spiritual dan intelektual generasi muda Purwakarta. MTQH tingkat provinsi akan berlangsung di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, pada 16-20 Juni 2025.

Kabupaten Purwakarta mengirimkan total 48 orang kafilah, terdiri dari 28 peserta dan 20 pembina/pembimbing. Para peserta merupakan santri dan santriwati pilihan dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Purwakarta. Komposisi peserta meliputi 17 laki-laki dan 11 perempuan, yang akan berlaga dalam berbagai cabang lomba.

Cabang Lomba yang Diikuti: Tilawah Anak-anak (Putra & Putri), Tilawah Dewasa (Putra & Putri), Qiraat Mujawwad Dewasa (Putra), Qiraat Murottal Dewasa (Putra), Hifdzil Qur’an 1 Juz & Tilawah (Putra & Putri), Hifdzil Qur’an 10 Juz (Putra & Putri), Hifdzil Qur’an 20 Juz (Putra), Hifdzil Qur’an 30 Juz (Putra), Syarhil Qur’an (Putra & Putri), Fahmil Qur’an (Putra & Putri).

Menjelang pelepasan, Bupati Om Zein secara langsung mengujikan hafalan peserta untuk cabang Hifdzil Qur’an 10, 20, dan 30 juz. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa keikutsertaan dalam MTQ bukan semata-mata untuk meraih medali atau gelar juara, melainkan sebagai proses pembentukan karakter dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Saya tidak ingin kalian hanya mengejar medali. Yang saya harapkan, kalian semua menjadi yang terbaik, bukan terbaik dari yang terbaik, tapi lebih baik dari hari kemarin dan hari sebelumnya,” ungkap Om Zein penuh semangat.

Ia menegaskan bahwa makna sejati dari MTQ adalah menjadikan tilawah, qiraat, murottal, dan hafalan sebagai kebiasaan hidup, serta sebagai sarana mendekatkan diri kepada Al-Qur’an secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Om Zein mengatakan bahwa meningkatkan jumlah hafalan, mempercepat pemahaman tafsir, serta memperdalam ilmu tentang kandungan Al-Qur’an adalah indikator keberhasilan yang sesungguhnya.

“Kalau kemarin hafal 10 juz, MTQ tahun ini jadi 20 juz, tahun depan 30 juz, itulah juara yang sejati. Kalau tadinya hanya satu tafsir, sekarang belajar dari Ibnu Katsir dan lainnya. Itulah cara kita menjadi terbaik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya jujur dan berproses, bukan sekadar mengejar kemenangan dengan cara instan.

“Kalau negara ingin maju, kita harus mulai jujur pada diri sendiri. Jangan kasak-kusuk hanya untuk menang. Kita harus menempa diri agar tiap hari jadi lebih baik,” tegasnya.

Pelepasan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an dan penguatan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan, Om Zein melepas para peserta dengan doa dan harapan agar mereka dapat tampil maksimal, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk tumbuh sebagai pribadi Qurani yang berintegritas. (PRO 93.10 FM)

Iklan Layanan Masyarakat (ILM)