PURWAKARTA – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta melalui Bidang Kepemudaan menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Kepemudaan Tahun 2025 pada Rabu-Kamis, 25-26 Juni 2025 bertempat di Aula Disporaparbud Purwakarta. Rakor ini mengangkat tema “Koordinasi Lintas Sektor dan Sinergi Kepemudaan untuk Pembangunan Purwakarta Istimewa”.
Kepala Bidang Kepemudaan, Ahmad Arif Imamulhaq menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkuman sekaligus evaluasi dari rangkaian program kepemudaan yang telah dilakukan sebelumnya. Rakor ini, kata Arif, menghadirkan narasumber lintas sektor dan peserta dari berbagai elemen, mulai dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) hingga perguruan tinggi. “Kita ingin merangkum berbagai pandangan, pendapat termasuk fakta dan data secara existing, kondisi real hari ini terkait dengan kepemudaan. Apakah itu pendidikannya, kesehatannya, kemudian ketenaga kerjaannya dan hal-hal lain,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arif menyebutkan ada tiga target utama yang ingin dicapai dari pelaksanaan rakor ini. Pertama, pembentukan Tim Koordinasi Lintas Sektor yang melibatkan berbagai OPD dan instansi terkait untuk menangani isu kepemudaan secara komprehensif. Kedua, penyusunan rencana aksi daerah (RAD) pembangunan kepemudaan yang selaras dengan RPJMD Kabupaten Purwakarta. Ketiga, mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP). “Kita berharap anak muda itu memiliki perhatian pada seluruh sektor pembangunan. Baik daerah maupun nasional sehingga mereka pada saatnya nanti memimpin, mereka sudah cukup cakap untuk bisa melanjutkan estafet itu,” jelasnya.
Salah satu pemateri dalam rakor, Muhammad Rihandi, turut membawakan materi tentang strategi penyusunan rencana aksi daerah kepemudaan Purwakarta 2025–2029. Ia menjelaskan bahwa strategi tersebut disusun dengan pendekatan pada lima domain IPP, yaitu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi. “Ini tuh penting disampaikan kepada para pemuda maupun kepada masyarakat untuk mengukur sudah sejauh mana Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta itu fokus memfasilitasi pelayanan dan pemberdayaan bagi pemuda. Karena ketercapaian skor IPP yang tinggi itu menggambarkan keseriusan Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta dalam hal Pelayanan dan Pemberdayaan Pemuda,” ungkap Rihandi.
Rakor ini diharapkan tidak berhenti pada tataran diskusi. Arif menambahkan bahwa hasil dari rakor akan ditindaklanjuti melalui komunikasi intensif dengan para pemangku kepentingan, dan akan dilaporkan kepada Bupati sebagai bahan kebijakan strategis terkait kepemudaan di Kabupaten Purwakarta. (MM – PRO 93.10 FM)


