PURWAKARTA – Sebanyak 83 kepala keluarga (KK) korban bencana pergerakan tanah di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, menerima bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta per KK. Bantuan ini diberikan sebagai biaya kontrak rumah atau hunian sementara selama masa relokasi.
Penyerahan bantuan dilakukan di Pendopo Pemkab Purwakarta dan disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. Bantuan tersebut bersumber dari program Bank Jabar Peduli dan Baznas Provinsi Jawa Barat.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp833 juta untuk 83 kepala keluarga terdampak. Bantuan diberikan bukan berdasarkan jumlah rumah yang rusak, melainkan jumlah KK yang tinggal.
“Dari data kami, rumah yang rusak berat ada 69 unit, namun beberapa rumah dihuni oleh dua hingga tiga KK. Oleh karena itu, seluruh kepala keluarga terdampak kami bantu,” jelas Bupati Om Zein pada Kamis (19/6/2025) .

Pemerintah menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi warga yang tinggal di lokasi pengungsian seperti aula desa atau tenda darurat. Warga diminta segera mencari tempat hunian sementara, baik mengontrak rumah ataupun menumpang di rumah kerabat, sebelum menempati rumah permanen di lokasi relokasi.
“Dengan adanya bantuan ini, tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda. Harapannya mereka bisa segera pindah dan tinggal dengan lebih layak,” Ujar om zein.
Terkait relokasi permanen, pemerintah daerah telah menyiapkan dua skema: relokasi ke lahan milik Perhutani seluas 1,5 hektare di wilayah Desa Pasirmunjul, serta opsi relokasi mandiri bagi warga yang memiliki lahan pribadi. Hingga kini, lebih dari 40 KK telah mendaftar untuk skema relokasi mandiri.
Proses pembangunan rumah relokasi akan dilakukan secara bertahap dan simultan. Estimasi waktu tinggal sementara yang ditanggung bantuan adalah selama 10 bulan. Pembangunan tidak akan menunggu semua rumah selesai, melainkan disesuaikan dengan progres masing-masing unit agar warga bisa segera menempati rumah baru mereka.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus berkomitmen mempercepat proses pembangunan dan memastikan seluruh korban bencana mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman. (ME – PRO 93.10 FM)


