PURWAKARTA – Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar sosialisasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi di Aula Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta, pada Rabu, 25 Juni 2025. Program ini merupakan bagian dari kerja sama antara IPB dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, yang berfokus pada peningkatan minat baca dan literasi masyarakat.
Ketua kelompok mahasiswa KKN, Eraldy Ervansya, menjelaskan bahwa timnya terdiri dari mahasiswa lintas jurusan, mulai dari Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Ilmu Gizi, Teknologi Pangan, hingga Ekonomi Syariah. Mereka menjadi salah satu dari 60 kelompok terpilih yang ditugaskan secara khusus untuk mengusung tema literasi di berbagai daerah. “Kami ditugaskan langsung oleh kampus untuk melaksanakan program KKN Literasi, dan di Kelurahan Sindangkasih ini kami bermitra dengan Teras Baca Juruseru,” ungkapnya.
Program KKN ini difokuskan pada dua aspek utama. Pertama, mengaktifkan kembali fungsi Teras Baca Juruseru yang mendapatkan bantuan buku dari Perpusnas. Kedua, melakukan kunjungan literasi ke sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama di wilayah kelurahan. Namun karena bertepatan dengan masa libur sekolah, kegiatan literasi di sekolah akan dilaksanakan setelah siswa kembali masuk pada tahun ajaran baru. “Sasaran yang kami tuju adalah anak-anak. Mereka bisa datang ke Teras Baca yang nantinya kami aktifkan kembali. Itu kendala kami pasti. Dan juga terkait dengan kalender akademik, betul. Karena memang timeline-nya ini bertepatan dengan naik kelas, perpisahan juga. Jadi kita belum bisa melaksanakan audiensi ke sekolah ,” tambah Eral.
Dalam pelaksanaan programnya, mahasiswa IPB juga dibekali panduan teknis serta dukungan logistik seperti alat tulis dan makanan ringan yang disediakan oleh Perpusnas. Eral menyebutkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga melibatkan orang tua dan masyarakat secara umum. Hal ini terlihat dari digelarnya lokakarya perdana yang mengundang unsur RT/RW dan warga setempat untuk mengenalkan program secara menyeluruh.
Meski belum menemukan kendala berarti, Eral menyadari tantangan utama adalah bagaimana mendekatkan anak-anak dan orang tua dengan kegiatan literasi yang selama ini belum banyak dilakukan di wilayah tersebut. Ia berharap program ini dapat meningkatkan minat baca anak-anak serta menjadikan Teras Baca Juruseru sebagai ruang literasi yang hidup kembali. “Kami ingin minat baca dan juga literasi di Kelurahan Sindangkasih ini pastinya meningkat. Untuk anak-anaknya kembali antusias dengan membaca, menulis, berhitung. Teras Baca Juruseru diharapkan bisa diakses oleh semua,” tutupnya. (MM – 93.10 FM)


