PURWAKARTA – Musyawarah Cabang (Muscab) XIII Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Purwakarta Tahun 2025 resmi digelar di Aula SKB Purnawarman, Purwakarta. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Purwakarta Om Zein yang diwakili oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Nina Herlina.
Muscab XIII menjadi momentum strategis bagi Gerakan Pramuka Purwakarta dalam menentukan arah organisasi ke depan, guna melahirkan kepengurusan yang solid, program kerja yang terarah, serta semangat baru dalam membina generasi muda agar terus unggul dan istimewa.
Dalam sambutannya, Pj Sekda Nina Herlina menegaskan bahwa Gerakan Pramuka harus tetap menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, serta semangat gotong royong kepada generasi muda. Ia berharap Muscab ini dapat berlangsung dengan semangat kekeluargaan dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis demi kemajuan Pramuka di Kabupaten Purwakarta.
“Mudah-mudahan dengan kebersamaan dan semangat kekeluargaan, Muscab ini mampu melahirkan keputusan terbaik untuk kemajuan Pramuka Purwakarta,” ujarnya.
Muscab XIII Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Purwakarta Tahun 2025 membahas sejumlah agenda penting, di antaranya:
- Menilai dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Kwartir Cabang masa bakti 2020-2025.
- Membahas dan merumuskan rencana kerja Kwartir Cabang masa bakti 2025-2030 berdasarkan saran dan masukan peserta Muscab.
- Memilih Ketua dan Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Purwakarta masa bakti 2025-2030.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Sekda juga menyoroti tantangan keterbatasan sumber daya manusia (SDM), khususnya pembina dan pelatih Pramuka, yang jumlahnya masih terbatas. Oleh karena itu, peningkatan kualitas dan kuantitas pembina serta pelatih Pramuka perlu terus diupayakan secara bersama-sama, tidak hanya menjadi tanggung jawab Kwartir Cabang semata.
Ia juga mengakui adanya keterbatasan anggaran daerah, terutama pada tahun 2025–2026, akibat berkurangnya transfer keuangan dari pemerintah pusat dan belum optimalnya pendapatan daerah. Meski demikian, Pj Sekda menegaskan bahwa Pramuka adalah organisasi yang tangguh dan mampu berdiri mandiri dalam berbagai kondisi.
“Pramuka itu orang-orang yang kuat dan tangguh. Dalam kondisi ada atau tidak ada anggaran besar, Pramuka tetap berjalan. Itulah semangat Pramuka,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Purwakarta, Koyaman, menyampaikan optimisme terhadap masa depan Pramuka Purwakarta. Ia menegaskan bahwa melalui Muscab ini akan dihasilkan kesepakatan bersama sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.
“Kami optimis ke depan Pramuka Purwakarta tetap bisa hidup dan berkembang di berbagai kondisi. Sekecil apa pun Purwakarta, kita tetap bisa tampil terhormat di Jawa Barat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa program-program yang belum dapat dilaksanakan secara maksimal pada periode sebelumnya akan menjadi prioritas pada tahun 2026 mendatang.
Dengan terselenggaranya Muscab XIII ini, diharapkan Gerakan Pramuka Kabupaten Purwakarta semakin solid, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman dalam membentuk karakter generasi muda yang beriman, berakhlak, dan berdaya saing. (ME – PRO 93.10 FM)


