PURWAKARTA – Peringatan Hari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ke-25 dan Hari Ibu Ke-96 tahun 2024 tingkat Kabupaten Purwakarta berlangsung meriah di Bale Sawala Yudistira, Senin (23/12/2024). Acara ini mengusung tema “Perempuan Menyapa Perempuan Berdaya dan Penguatan Fondasi Transformasi Organisasi Dharma Wanita Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Dalam sambutannya, Pj. Ketua PKK Kabupaten Purwakarta, Suraidah, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan, terutama dalam kecerdasan, ketelitian, dan kreativitas.
“Potensi ini adalah aset berharga yang perlu terus diberdayakan untuk memperkuat fondasi organisasi Dharma Wanita Persatuan, terutama dalam menghadapi tantangan masa depan,” kata Suraidah.
Suraidah juga menekankan bahwa transformasi organisasi DWP harus fokus pada pengembangan kapasitas individu anggota dan pembaruan sistem serta tata kelola agar adaptif terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi.
Dharma Wanita Persatuan, melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan ekonomi, telah membantu meningkatkan kapasitas perempuan. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, partisipasi perempuan dalam pendidikan tinggi mencapai 44% pada tahun 2023, meskipun masih ada kesenjangan akses di wilayah terpencil.
“Dharma Wanita diharapkan mampu mengurangi kesenjangan tersebut dengan merancang program-program pendidikan berkualitas, terutama di daerah yang kurang terlayani. Dengan demikian, perempuan dapat menjadi agen perubahan, tidak hanya dalam keluarga tetapi juga di masyarakat dan dunia kerja,” tambah Suraidah.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para ibu di seluruh Indonesia dalam rangka Hari Ibu Ke-96, mengingatkan tentang pentingnya peran perempuan dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pola komunikasi efektif dalam mendukung tema peringatan.
“Komunikasi yang efektif sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ketika berbicara tentang ‘Perempuan Menyapa’, kita membahas bagaimana peran ibu-ibu dapat meningkatkan komunikasi yang baik untuk mendukung keberhasilan program-program yang direncanakan,” ujarnya.
Norman juga memberikan apresiasi terhadap peran PKK Desa dalam mendukung pembangunan daerah.
“Peran ibu-ibu, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, sangat membantu proses pembangunan yang terus berjalan dengan baik,” tambah Norman. (PRO 93.1 FM)


