PT Sweet Green Indonesia Kembangkan Selada Air, Pemkab Purwakarta Siapkan Program Magang untuk Anak Muda

PURWAKARTA – Setelah sukses mengembangkan melon jenis Maraikato yang dipanen setiap 66 hari untuk memenuhi pasar Jabodetabek dan ekspor, kini PT Sweet Green Indonesia kembali berinovasi dengan membudidayakan selada air. Setiap kali panen, tanaman ini ditargetkan mampu menghasilkan hingga 400 kilogram.

Panen perdana yang berlangsung di Desa Cijunti, Kecamatan Campaka, pada Kamis, 25 September 2025, turut ditinjau langsung oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menjalin kerja sama dengan PT Sweet Green Indonesia untuk membuka ruang pelatihan dan magang di sektor pertanian bagi anak-anak muda Purwakarta.

“Ini menjadi kebanggaan Purwakarta karena nama daerah kita sudah melekat pada produk unggulan Sweet Green. Namun manfaatnya tidak boleh hanya dirasakan pekerja yang ada di sini. Ke depan, sekitar 20 ribu anak muda kita yang tidak terserap industri akan diarahkan ke sektor pertanian. Mereka akan dilatih, dimagangkan, hingga diberikan akses permodalan serta jaminan pasar agar bisa mandiri,” ujar Bupati yang akrab disapa Om Zein.

Sementara itu, Manager Produksi dan Agronomis PT Sweet Green Indonesia, Muhammad Adiyatma, menyambut positif rencana kerja sama dengan pemerintah daerah. Menurutnya, program magang tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk membantu masyarakat sekitar sekaligus memperkuat sumber daya manusia di bidang pertanian modern.

“Kami akan siapkan MoU dengan Pemkab, termasuk teknis program magang, apakah berlangsung dua atau tiga bulan. Perusahaan juga akan memperhatikan uang saku dan kesejahteraan peserta. Harapannya semakin banyak SDM Purwakarta yang paham budidaya melon maupun selada air. Dengan sistem hidroponik yang bersih dan modern, kami ingin membuktikan bahwa pertanian itu bukan pekerjaan kotor, tapi justru menjanjikan dan keren bagi generasi muda,” jelas Adiyatma.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Purwakarta optimistis sektor pertanian dapat menjadi solusi untuk menekan angka pengangguran sekaligus membuka jalan bagi munculnya wirausaha muda di bidang pertanian berbasis teknologi. (PRO 93.10 FM)

Iklan Layanan Masyarakat (ILM)