PURWAKARTA – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, memberikan bantuan biaya kontrak rumah sementara kepada 170 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak penertiban sepanjang aliran irigasi di wilayah Kelurahan Tegal Munjul, Munjul Jaya, dan Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis bertempat di Aula Lantai 3 Kantor BJB Cabang Purwakarta pada Jumat (8/8/2025).
Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta Norman Nugraha, sejumlah kepala perangkat daerah Pemkab Purwakarta, Camat Purwakarta Aan, serta perwakilan dari BJB, antara lain Rahardian selaku Group Head CSR Divisi Corporate Secretary BJB Jawa Barat dan Plt Pimpinan Cabang BJB Purwakarta, Beti Rahmawati.
Dalam sambutannya, Bupati Om Zein menjelaskan bahwa dari total 420 rumah yang terdampak penertiban, sebanyak 170 KK telah diverifikasi dan dinyatakan berhak menerima bantuan. Masing-masing keluarga menerima Rp5 juta yang disalurkan langsung ke rekening pribadi penerima.
“Hari ini 170 KK menerima bantuan sebesar Rp5 juta per KK. Bantuan disalurkan ke rekening penerima agar tepat sasaran dan tidak ada potongan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Om Zein.
Lebih lanjut, Om Zein menyampaikan bahwa Pemkab Purwakarta juga telah menyiapkan solusi jangka panjang dengan menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pembangunan rumah baru bagi 170 KK tersebut.
“Selain uang, kami bekerja sama dengan Pemprov Jabar untuk membangun rumah yang diperuntukkan bagi 170 KK,” jelasnya.
Bupati Om Zein juga menjelaskan bahwa dana bantuan sebesar Rp5 juta per KK berasal dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) Bank BJB, sementara pembangunan rumah akan menggunakan anggaran dari APBD Provinsi Jawa Barat.
Salah satu warga penerima bantuan, Lucky Susanto (57), warga Kelurahan Tegal Munjul, mengaku lega dan bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah.
“Saya sebagai rakyat kecil merasa lega gitu kan. Setelah penertiban, saya sempat kontrak rumah bareng keluarga. Uang ini rencananya buat bayar kontrakan, sebagian lagi buat modal usaha kecil-kecilan. Kerja saya buruh, kadang jadi sopir. Kalau ada kerjaan ya kerja, kalau enggak ya nganggur. Tapi alhamdulillah sekarang ada perhatian dan bantuan rumah juga dari pemerintah,” ujar Lucky.
Program ini menjadi bukti komitmen Pemkab Purwakarta dalam memberikan perlindungan sosial dan solusi pemukiman yang layak bagi warganya yang terdampak pembangunan infrastruktur. (ME – PRO 93.10 FM)


