PURWAKARTA – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein turun langsung meninjau lokasi longsor tembok penahan tanah (TPT) di Jalan Ciganea, Kampung Sulukuning, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Minggu (28/12/2025) malam.
Kehadiran Bupati yang akrab disapa Om Zein tersebut untuk memastikan proses evakuasi korban tertimbun longsor berjalan maksimal sekaligus menilai potensi bahaya longsor susulan di kawasan permukiman padat penduduk.
Korban diketahui bernama Jaya Santoso (50), pemilik rumah yang berada tepat di bawah TPT yang ambruk akibat hujan deras.
Di lokasi kejadian, Om Zein menyampaikan bahwa seluruh unsur terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari Polres, BPBD, Damkar dan OPD terkait, hingga relawan.
“Semua pihak turun tangan. Evakuasi memang cukup rumit karena material longsoran berupa puing beton dan tanah, ditambah lokasi yang sempit, sehingga seluruh proses dilakukan secara manual,” ujar Om Zein.
Ia mengungkapkan, kondisi tebing di sekitar lokasi masih sangat rawan longsor susulan, sehingga Pemerintah Kabupaten Purwakarta meminta warga yang tinggal di bagian atas tebing untuk mengungsi sementara.
“Potensi longsor susulan sangat ada. Beberapa rumah yang berhimpitan dengan tebing kami minta mengungsi dulu demi keselamatan,” tegasnya.
Terkait langkah ke depan, Bupati Purwakarta menegaskan bahwa penataan ulang kawasan rawan longsor akan dilakukan, khususnya di wilayah permukiman yang berbatasan langsung dengan tebing.
“Retaining wall harus diperkuat dan dikontrol kembali. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
Selain longsor di Jatiluhur, Om Zein menyebut terdapat beberapa titik bencana lain di wilayah Purwakarta akibat hujan deras, meski skalanya relatif kecil. Untuk kejadian banjir, ia memastikan tidak ada dampak signifikan.
“Banjir tidak ada yang besar, hanya genangan akibat drainase tersumbat sampah. Ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” ucapnya.
Pemkab Purwakarta memastikan akan terus melakukan pemantauan dan mitigasi lanjutan, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah tersebut. (PRO 93.10 FM)


