PURWAKARTA, 13 Juli 2025 – Sebanyak 54 calon anggota Paskibraka Kabupaten Purwakarta dan 2 orang calon angota paskibraka Provinsi Jawa Barat asal Purwakarta mengikuti kegiatan Kemah Pradiklat selama dua hari satu malam di kawasan wisata alam Taman Batu Cijanun. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purwakarta dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Purwakarta, sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju pengibaran bendera 17 Agustus mendatang.
Yus Djunaedi Rusli, S.STP, M.Si, Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Purwakarta, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi dan membentuk karakter para calon paskibraka, baik dari sisi empati maupun rasa kebersamaan.
“Tujuannya adalah menyamakan persepsi. Mereka harus punya satu rasa, satu chemistry, satu vibes kalau istilah anak muda sekarang. Harus saling berempati, tidak boleh ada sikap cuek ketika menjalankan tugas,” ujar Yus.
Kegiatan ini juga dirancang agar para peserta dapat mengenal dan mencintai alam sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran berbasis lingkungan.
“Kita ingin mereka menyatu dengan alam. Selain membentuk kedekatan emosional antar peserta, juga agar mereka belajar menjaga lingkungan sejak dini,” tambah Yus.
Sementara itu, Ketua PPI Purwakarta, Alan Hadi Sudrajat, menegaskan bahwa Kemah Pradiklat ini merupakan inisiatif organisasi untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia para calon Paskibraka yang merupakan siswa-siswa terbaik dari seluruh kecamatan di Purwakarta.
“Mereka ini adalah perwakilan dari setiap sekolah. Kami ingin mengubah mindset mereka sejak awal—dari yang sebelumnya hanya sebagai siswa biasa, menjadi individu yang menyadari pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai anggota paskibraka,” ungkap Alan.
Alan menambahkan bahwa kegiatan ini sudah menjadi program rutin sejak tahun 2023, sebagai bentuk inovasi PPI dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya fokus pada baris-berbaris, tetapi juga pada pengembangan potensi diri.
“Kami tidak ingin mereka hanya terpaku pada baris-berbaris atau upacara. Mereka harus bisa mengembangkan potensi lain, karena mereka adalah siswa pilihan. Maka, pembinaan ini juga menyentuh aspek kepemimpinan, kerja tim, dan kepedulian sosial,” jelasnya.
Kegiatan Pradiklat ini menjadi tahapan awal sebelum peserta menjalani pelatihan fisik intensif, karantina, dan pelaksanaan tugas pengibaran pada Hari Kemerdekaan. Harapannya, seluruh peserta dapat menjalankan tugas dengan sempurna dan membawa nilai-nilai positif ke lingkungan sekitar mereka.
“Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat. Tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Nilai itu yang terus kami tanamkan di setiap proses pembinaan,” tutup Alan. (RA – PRO 93.10 FM)


