PURWAKARTA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPB University melaksanakan program pengabdian masyarakat di Kelurahan Purwamekar, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta mulai 23 Juni hingga 2 Agustus 2025. Program ini menyoroti isu lingkungan, khususnya pengelolaan limbah plastik, sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.
Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah pembuatan bronjong sampah ramah lingkungan, yang digunakan sebagai tempat penampungan sampah plastik seperti botol dan gelas sekali pakai. Inisiatif ini tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mengubah limbah menjadi sumber daya ekonomi melalui kegiatan daur ulang kreatif.
Apresiasi Warga dan Pemerintah Kelurahan
Kepala Seksi Trantib Kelurahan Purwamekar, Beni Ismail, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan KKN IPB. Ia menyebut program ini sejalan dengan program “Ngosrek” dari Bupati Purwakarta yang mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Dengan adanya bronjong sampah dari mahasiswa IPB, kami merasa sangat terbantu. Kini, lingkungan Kelurahan Purwamekar terlihat lebih bersih, terutama di sekitar kantor kelurahan,” ujar Beni.
Dari Sampah Jadi Pot Bunga: Inovasi dan Pemberdayaan Ibu PKK
Ketua Kelompok KKN IPB, Haikal, menjelaskan bahwa keberadaan bronjong bukan hanya untuk menampung sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif. Mahasiswa IPB menggandeng ibu-ibu PKK di RW 2 untuk membuat kerajinan pot bunga dari botol plastik yang terkumpul dalam bronjong.
“Kami ingin program ini berkelanjutan. Selain menyimpan sampah, kami dorong warga untuk mengolahnya menjadi kerajinan bernilai guna,” ujarnya.
Inisiatif ini memperlihatkan bagaimana pengelolaan sampah yang tepat dapat memperindah lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi perempuan yang aktif dalam kegiatan PKK.
Dampak Nyata dan Harapan Keberlanjutan
Program KKN IPB University ini telah menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan menjadikan sampah plastik sebagai sumber daya alternatif. Masyarakat menyambut baik program ini karena membantu mengurangi sampah berserakan serta menyediakan bahan baku untuk kegiatan produktif.
Mahasiswa berharap, semangat peduli lingkungan dan kreativitas dalam pengelolaan sampah yang telah ditanamkan dapat diteruskan oleh warga secara mandiri dan berkelanjutan, menciptakan Purwamekar yang bersih, lestari, dan kreatif. (PRO 93.1 FM)


