PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta memulai langkah konkret untuk menata infrastruktur jaringan internet melalui kegiatan Perapihan Kabel Udara Internet, yang ditandai dengan sebuah seremoni simbolis di perempatan Parcom, Sindang Kasih, Purwakarta pada Kamis (5/6/2025).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Purwakarta bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) sebagai langkah jangka pendek dalam merespons keluhan masyarakat terkait keberadaan kabel-kabel udara yang semrawut dan mengganggu estetika kota.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purwakarta, Rudi Hartono, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan awal dari rangkaian program penataan jaringan telekomunikasi di wilayahnya.
“Hari ini kita telah melaksanakan seremoni perapihan kabel udara internet. Ini adalah solusi jangka pendek untuk menanggapi banyaknya komplain dari masyarakat. Ke depannya, kami akan menjalin kerja sama dengan Apjatel untuk mengembangkan jaringan kabel bawah tanah. Regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup) sedang dalam proses dan mudah-mudahan bisa selesai dalam bulan ini,” ujar Rudi.
Ia menambahkan, program ini akan dilaksanakan bertahap dengan jarak tempuh awal sekitar 6 kilometer dari lokasi acara hingga wilayah Sadang. Diharapkan, langkah ini dapat meniru kesuksesan Kota Bandung dalam pengelolaan kabel bawah tanah yang lebih aman dan estetis.
Ketua Apjatel Korwil Jawa Barat, Yudiana Arifin, menyambut baik inisiatif Pemkab Purwakarta. Menurutnya, program perapihan kabel udara telah berjalan di berbagai kota dan kabupaten, dan kini saatnya Purwakarta menjadi percontohan untuk wilayah Jawa Barat.
“Program ini sudah kami jalankan di Bandung, dan sekarang kami mulai terapkan di kabupaten dan kota lainnya. Purwakarta kami harapkan menjadi percontohan pertama di Jawa Barat untuk relokasi kabel dari atas ke bawah. Perapihan akan kami lakukan secara berkala, mungkin seminggu sekali atau dua kali,” jelas Yudiana.
Ia juga menekankan bahwa relokasi kabel ke bawah tanah akan dilakukan tanpa menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sebagai bentuk komitmen Apjatel dalam mendukung penataan kota yang berkelanjutan.
Dengan dimulainya program ini, diharapkan tata kota Purwakarta menjadi lebih rapi, aman, dan mendukung wajah kota yang modern serta ramah infrastruktur digital. (ME-PRO 93.10 FM)


