PURWAKARTA – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Purwakarta, Gilang Dewala Putra, mengungkapkan bahwa SPPG memiliki tugas penting dalam melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Purwakarta. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi secara gratis di sekolah-sekolah.
Dalam penyalurannya, MBG dibagi menjadi dua kloter pengiriman, yaitu kloter pagi dan siang. Kloter pagi dimulai pada pukul 07.00 WIB, sementara kloter siang pada pukul 11.00 WIB.
“Kita sesuaikan dengan jadwal sekolah dan pengiriman dilakukan dengan memperhatikan waktu yang tepat untuk memastikan makanan sampai dengan kualitas terbaik,” ujar Gilang kepada Pro FM pada Senin, 10 Februari 2025.
Meskipun SPPG telah berjalan dengan lancar, terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program ini. Gilang mengungkapkan bahwa peralatan yang dibutuhkan belum 100% lengkap, meskipun upaya untuk melengkapinya terus dilakukan dan sudah dilaporkan.
“Kami selalu berkoordinasi dengan pihak supplier untuk memastikan kelancaran distribusi bahan baku,” tambah Gilang.
Gilang menerangkan SPPG memanfaatkan supplier dan distributor yang ada di Kabupaten Purwakarta untuk memperoleh bahan baku makanan. Dengan pendekatan ini, diharapkan bahan baku dan menu makanan dapat saling melengkapi dan mendukung keberlanjutan program ini.

“Kami juga memastikan bahwa bahan baku yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan menu yang bergizi, sesuai dengan potensi yang ada di Purwakarta,” terang Gilang.
Gilang menjelaskan dapur SPPG saat ini melayani sekitar 10 sekolah di wilayah sekitar, dengan jangkauan maksimal 3 km dari SPPG. “Jumlah siswa yang kami layani mencapai sekitar 3.000 orang, dari jenjang PAUD hingga SMP. Untuk jenjang SLTA, kami belum dapat melayani karena keterbatasan kapasitas dan jarak yang terlalu jauh,” jelas Gilang.
Dapur SPPG beroperasi 24 jam, lima hari dalam seminggu, dimulai dari pukul 18.00 WIB hingga 18.00 WIB keesokan harinya. “Dapur ini akan terisi penuh selama 5 hari kerja dalam seminggu, dengan Sabtu dan Minggu sebagai hari libur karena mengikuti jadwal sekolah,” ungkap Gilang.
Gilang berharap bahwa ke depan, jika ada dapur tambahan yang berdiri di dekat SMA, program ini juga akan mencakup siswa SMA. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, dan kami berharap dapat mengembangkan jaringan dapur untuk menjangkau lebih banyak siswa di Purwakarta,” tutup Gilang. (PRO 93.1 FM)


