PURWAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG). Kegiatan ini mengusung tema “10 Tahun SLG, 10 Tahun Ngawangun Kasiapsiagaan Pikeun Salamet Tina Musibah Gempa bumi di Wewengkon Jawabarat”. Bertempat di Aula MA Al Irfan, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Senin (29/9/2025).
Program SLG merupakan salah satu program unggulan BMKG yang menjadi prioritas nasional. Selama satu dekade berjalan, program ini telah dilaksanakan di lebih dari 185 lokasi di seluruh Indonesia. Tujuannya, meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan pemerintah, pemangku kepentingan, hingga masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, yang hadir sekaligus membuka kegiatan, menyatakan dukungannya terhadap program ini.
“Kita sambut baik inisiatif BMKG melaksanakan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami, apalagi di Jawa Barat yang banyak terdapat pertemuan sesar dan megathrust. Sosialisasi dan simulasi seperti ini sangat penting, terutama agar bisa menjangkau pelosok-pelosok desa,” ujarnya.
Ia menegaskan, DPR RI juga mendorong agar pengetahuan kebencanaan masuk ke dalam kurikulum sekolah.
“Tiga tahun lalu kita sudah menginisiasi supaya kurikulum kebencanaan menjadi kurikulum baku di sekolah. Pengetahuan ini harus menjadi perilaku, sehingga ekosistem keselamatan terbentuk sejak dini,” tambahnya.
Deputi Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan gempa, termasuk Jawa Barat.
“Indonesia mengalami ribuan gempa setiap tahun. Masyarakat perlu tahu apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi. Golden time 40 detik bisa menyelamatkan nyawa. Karena itu, wartawan pun diharapkan ikut serta agar informasi benar tersampaikan ke publik,” jelasnya.
Nelly juga menyebutkan koordinasi BMKG dengan Kementerian PUPR terkait keamanan bendungan besar seperti Jatiluhur dan Cirata, mengingat kedekatannya dengan jalur sesar aktif.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika (Stageof) Bandung, Teguh Rahayu, mengingatkan potensi aktivitas sesar Lembang yang bisa berdampak hingga Purwakarta.
“Sesar Lembang memanjang 29 km dari Padalarang sampai Sumedang. Jika merilis energi maksimalnya, guncangannya bisa berdampak ke Purwakarta. Bahkan ada kemungkinan memicu aktivitas vulkanik di Gunung Tangkuban Parahu,” ungkapnya.
Melalui SLG, BMKG menegaskan kembali perannya sebagai garda terdepan peringatan dini bencana. Program ini bukan hanya edukasi teknis, tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi rakyat dari ancaman gempa bumi dan tsunami. (ME – PRO 93.10 FM)


