Seminar Peningkatan Kompetensi, Ratusan Guru TK Komunitas Srikandi Ikuti Penguatan Literasi dan Pembelajaran Menyenangkan

PURWAKARTA – Sebanyak 285 guru Taman Kanak-Kanak (TK) dari 92 lembaga pendidikan yang tergabung dalam Komunitas Srikandi mengikuti seminar pendidikan peningkatan kompetensi guru, Rabu (2/6), di Labschool Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta.

Seminar bertema “Peran Strategis Guru Pembelajar dalam Melahirkan Generasi Sehat dan Cerdas” ini diinisiasi oleh Pengawas TK Ida Rahmawati, S.Pd., MM., bekerja sama dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak (K3-STK) dari sembilan gugus yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Purwakarta 1, 2, dan 3; Bungursari; Babakancikao; Cibatu; Campaka; Jatiluhur; dan Sukasari.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program rutin yang dilaksanakan setiap semester dengan pendekatan yang kreatif dan menyesuaikan kebutuhan guru di lapangan.

“Program ini merupakan bagian dari sinergi saya sebagai pengawas bersama K3-STK di tujuh kecamatan. Kami terus berkoordinasi agar kegiatan peningkatan kompetensi ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan guru,” ujar Ida Rahmawati.

Ida menjelaskan bahwa fokus utama dalam seminar kali ini adalah penguatan literasi, khususnya keterampilan menulis puisi untuk anak, serta penerapan metode pembelajaran yang menyenangkan. “Meskipun puisi yang diajarkan tergolong sederhana, tetapi ini menyentuh aspek literasi yang penting bagi perkembangan bahasa dan imajinasi anak-anak TK,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembelajaran yang menyenangkan menjadi pendekatan yang tidak bisa ditawar di pendidikan anak usia dini. “Kami ingin anak-anak datang ke sekolah tanpa rasa takut, tapi justru dengan antusias. Suasana belajar yang positif harus dimulai dari cara guru menyampaikan materi secara menyenangkan,” kata Ida.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber berkompeten. Sesi pertama disampaikan oleh Kabid Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Tanti Rozida, S.Sos., yang menekankan pentingnya peran guru sebagai pembelajar sepanjang hayat. Materi kedua dibawakan oleh penyair sekaligus pegiat literasi Rudy Aliruda, yang memandu peserta mengasah keterampilan menulis puisi anak. Sementara sesi ketiga diisi oleh Assoc. Prof. Dr. Anggy Giri Prawiyogi, M.Pd., M.Sn., yang memberikan strategi menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan di kelas TK.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.30 WIB ini disambut antusias para peserta. Meski durasi penyampaian materi terbatas, Ida berharap kegiatan semacam ini bisa berlanjut di masa mendatang dengan waktu yang lebih optimal.

“Ilmu itu tidak mengenal usia. Bahkan guru yang sudah senior pun harus tetap belajar. Karena dunia anak selalu berkembang, maka guru juga harus berkembang. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus kami laksanakan secara berkelanjutan,” tutup Ida Rahmawati. (RR – PRO 93.10 FM)

Iklan Layanan Masyarakat (ILM)