PURWAKARTA – Pameran seni rupa bertajuk “Voyage of Discovery” resmi digelar secara mandiri oleh empat orang mahasiswa Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung angkatan 2022, sebagai bagian dari tugas akhir mereka. Pameran berlangsung dari 19 hingga 27 Juli 2025 bertempat di cafe Coffee Rider dengan menampilkan eksplorasi mendalam para seniman muda dalam menemukan jati diri mereka melalui karya seni.
Menurut Vanka, panggilan akrab Najwa Aprillia Javanka, penanggung jawab pameran, kegiatan ini bukan sekadar presentasi karya, tetapi merupakan proses pembelajaran yang nyata dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia seni secara profesional. Vanka bersama tiga orang rekan seniman lainnya asal Bandung dan Jakarta, Audrey Ananda Meidi, Rizky Maulana, dan Nanda Nabilah Karmelia menyajikan karya dengan berbagai medium seperti lukisan, keramik, hingga buku sketsa dihadirkan untuk merepresentasikan pengalaman hidup para peserta dari masa kecil, konflik batin, hingga penemuan makna diri.
“Setiap karya yang ditampilkan adalah hasil dari pencarian panjang, refleksi pribadi, dan eksplorasi media. Kami ingin menyampaikan bahwa menjadi seniman adalah proses, dan pameran ini adalah bagian dari proses itu,” ujar Vanka.
Disampaikan juga, antusiasme publik, terutama dari kalangan muda, cukup tinggi dan menjadi bukti bahwa seni tetap memiliki ruang di tengah masyarakat.
“Yang membuat kami senang adalah banyaknya pengunjung yang tidak hanya datang untuk melihat, tapi juga untuk memahami. Mereka berdialog, bertanya, bahkan menyumbang perspektif baru terhadap karya-karya yang ada,” tambahnya.
Untuk memperkuat narasi visual dan konseptual pameran, panitia menggandeng Jessica Puteri Wilhelmina sebagai kurator. Jessica menjelaskan bahwa pameran ini mengangkat tema besar tentang perjalanan hidup para seniman muda.
“Meski skalanya kecil dan hanya melibatkan empat perupa, pameran ini memiliki kedalaman emosional yang kuat. Setiap karya membawa cerita yang menyentuh dan sangat personal,” ujar Jessica. Menurutnya dengan tajuk “self expression” pameran ini mengajak semua orang untuk turut mengekspresikan diri dan merespon setiap hal yang telah dan sedang terjadi yang berdampak besar pada kehidupan manusia. Tajuk pameran tersebut sengaja diambil sebagai acuan dalam memahami berbagai isu dan fenomena yang terjadi di sekitar maupun lebih luas secara global.
Lebih jauh, Jessica menyoroti pentingnya pameran semacam ini di daerah seperti Purwakarta, di mana akses terhadap pendidikan seni rupa masih terbatas. Dengan dukungan dari pecinta seni dan komunitas seni, serta partisipasi aktif pengunjung, pameran ini diharapkan menjadi pemantik bagi lahirnya kegiatan seni rupa lainnya dan keberlanjutan ekosistem seni di di Purwakarta. (RA – PRO 93.1 FM)


