BPBD Purwakarta Petakan Titik Rawan Bencana di Jalur Mudik Lebaran 1447 H

PURWAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purwakarta mulai memetakan sejumlah titik rawan bencana di sepanjang jalur mudik Lebaran 1447 Hijriah.

Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap musim hidrometeorologi basah yang diprediksi masih berlangsung hingga 30 April 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Purwakarta, Heryadi Erlan, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem menjadi tantangan utama bagi para pemudik yang melintasi wilayah Purwakarta, baik melalui jalur arteri maupun jalan tol.

“Potensi kerawanan bencana ini sering kali dipicu oleh cuaca ekstrem. Selain pohon tumbang, pergerakan tanah juga menjadi perhatian kami,” ujarnya saat ditemui di Posko BPBD Ciganea, Purwakarta, Selasa (17/3/2026).

BPBD mencatat sejumlah wilayah yang masuk dalam pantauan khusus karena rawan bencana.

Di jalur arteri, kawasan Kecamatan Bungursari, wilayah perkotaan Purwakarta, hingga jalur menuju Darangdan dinilai rawan terjadi pohon tumbang, mengingat banyaknya pepohonan tinggi di sepanjang ruas jalan.

Selain itu, jalur Purwakarta menuju Wanayasa serta jalur Sadang menuju Subang juga menjadi perhatian karena berpotensi terjadi tanah longsor dan pergerakan tanah.

Kewaspadaan juga diberlakukan di jalur tol. BPBD berkaca pada kejadian pergerakan tanah yang terjadi di Desa Pasir Munjul, Kecamatan Sukatani pada Juni 2025 lalu, yang berada di sekitar kilometer 93 ruas tol.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa jalur bebas hambatan pun tidak lepas dari potensi risiko bencana.

Untuk mengantisipasi potensi bencana, BPBD Purwakarta telah menyiagakan tiga posko kolaborasi yang tersebar di Markas Komando BPBD, Ciganea, dan Cikopo.

Berbagai peralatan kedaruratan juga telah disiapkan, di antaranya perahu karet dan mesin alkon untuk mempercepat penanganan jika terjadi banjir atau kondisi darurat lainnya.

Meski alat berat tidak disiagakan secara langsung di lokasi, BPBD memastikan koordinasi dengan dinas terkait seperti PUTR dan Perkim tetap berjalan intensif.

Erlan menegaskan pihaknya terus berupaya meminimalisir risiko agar arus mudik berjalan lancar.

“Kami berupaya meminimalisir risiko agar arus mudik tahun ini berjalan sesuai slogan kita, yaitu Mudik Aman Keluarga Bahagia,” ujarnya.

Berdasarkan data BPBD, tercatat 62 kejadian bencana pada Januari 2026 dan 13 kejadian pada Februari 2026 di wilayah Purwakarta.

Dengan tren hidrometeorologi basah yang masih berlangsung, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memperbarui informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan, terutama saat mudik Lebaran. (PRO 93.10 FM)

Iklan Layanan Masyarakat (ILM)