Disarpus Purwakarta Meluncurkan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip: Arsip Urang Keur Urang

PURWAKARTA – Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Purwakarta menluncurkan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA). Acara ini dihadiri oleh Pj. Bupati Purwakarta Benni Irwan, Sekretaris Daerah Norman Nugraha, Arsiparis Ahli Madya Febriadi selaku perwakilan Kepala Dispusipda Provinsi Jawa Barat, Kepala Disarpus Kabupaten Purwakarta Asep Supriatna, Para Kepala OPD dan Camat. Bertempat di halaman Disarpus Kabupaten Purwakarta pada Senin (27/5) pagi.

Kepala Disarpus Kabupaten Purwakarta, Asep Supriatna mengatakan, Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip dilaksanakan untuk mempertegas lagi tentang keberadaan dan kebermaknaan arsip.

“Selama ini ada pemikiran bahwa arsip itu hanya bermanfaat untuk internal. Melalui Kegiatan ini, saya ingin arsip ini punya nilai kebermaknaan buat masyarakat, makanya tagline-nya, Arsip Urang keur Urang, Arsip Kita untuk Kita,” kata Asep.

Selain itu, Asep menambahkan betapa pentingnya arsip untuk menyambungkan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.

“Arsip itu menyambungkan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan, betapa pentingnya arsip. Saya lagi menyiapkan langkah dan upaya agar arsip punya nilai keberadaan dan kebermaknaan untuk masyarakat,” tambah Asep.

Sementara, dalam kesempatan tersebut Arsiparis Ahli Madya Febriadi selaku perwakilan Dispusida Provinsi Jawa Barat memberikan penghargaan dan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta karena telah mencanangkan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip di lingkungan Kabupaten Purwakarta.

“Saya mewakili lembaga dan atas nama gubernur Jawa Barat menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta yang telah mendukung terselenggaranya Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip di Kabupaten Purwakarta,” ujar Febri.

Febri berharap, semoga GNSTA ini mampu mendorong transformasi digital arsip. Arsip-arsip yang lama bisa dianggap arsip pola lama, maka sebagaimana aturan perundangan, beralih ke digital arsip dan tidak ada lagi arsip kertas.

Di tempat yang sama Pj. Bupati Purwakarta, Benni Irwan turut hadir dan membuka GNSTA. Benni mengatakan Arsip sangat penting untuk mencatat dan menyimpan bukti-bukti dari setiap aktivitas atau kejadian, terutama dalam pemerintahan daerah.

Menurutnya arsip tidak hanya berupa kertas atau data, tetapi juga dokumen yang menjadi dasar untuk evaluasi, perbaikan, dan pengambilan keputusan di masa depan. Setiap bukti keuangan dan dokumen lainnya harus disimpan minimal lima tahun sebelum bisa dihapus.

“Kita harus pahami bersama bahwa kita tidak bisa melupakan sesuatu dalam waktu yang cepat, karena perlu ada rekam jejak atas segala sesuatu itu,” ujar Benni.

Lebih lanjut, Benni menuturkan diskusi terkait arsip adalah diskusi hal yang besar, karena akan besar dan bermanfaat pada waktunya. Seraya berharap semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, hingga desa memiliki sistem pengelolaan arsip yang baik.

“Kita tidak tahu, waktu itu akan berjalan terus, kita harus membuat perubahan ke arah yang baik, semakin baik dan semakin lebar pada waktu-waktu lampau yang sudah kita lewati dan yang sudah kita laksanakan,” pungkasnya. (LA-PRO 93.10 FM)

Tinggalkan Komentar

error: Klik Play Streaming
%d blogger menyukai ini: