PURWAKARTA – Kegiatan Bakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) Tahun 2026 resmi dibuka di Aula Desa Cijunti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Program lintas sektoral antara Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan Kodim 0619/Purwakarta tersebut difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Komandan Kodim 0619/Purwakarta Letkol Arh Fredy Jaguar, S.Sos., mengatakan, BSMSS tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan antara TNI, pemerintah dan masyarakat.
“Bakti adalah pengabdian. Siliwangi merupakan identitas prajurit di Kodam III/Siliwangi. Manunggal berarti kita dengan masyarakat menjadi satu, sedangkan satata berarti sejajar, tidak ada perbedaan,” ujar Letkol Arh Fredy Jaguar saat memberikan sambutan.
Menurutnya, pembangunan fisik relatif lebih mudah terlihat hasilnya. Namun, pembangunan nonfisik, khususnya menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan masyarakat, merupakan hal yang jauh lebih penting dan membutuhkan perhatian bersama. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya membangun infrastruktur Desa Cijunti, tetapi juga merawat kebersamaan dan semangat gotong royong.
“Jangan hanya fisiknya saja yang dibangun, tetapi mari kebersamaan ini kita tunjukkan dalam berbagai macam kegiatan untuk membangun Desa Cijunti,” katanya.
Dandim juga mengingatkan pentingnya menjaga masyarakat dari berbagai informasi yang dapat menimbulkan perpecahan, termasuk hoaks dan isu yang dapat memicu kecemburuan sosial. Ia menilai pembangunan harus berjalan seimbang antara pembangunan fisik dan pembangunan jiwa masyarakat. Semangat tersebut, menurutnya, sejalan dengan pesan dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya, yakni membangun jiwa terlebih dahulu sebelum membangun badan.
Fokus Perbaikan Jalan dan Infrastruktur Pendukung
BSMSS Tahun 2026 di Desa Cijunti dilaksanakan berdasarkan aspirasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti melalui survei dan peninjauan lapangan. Dari hasil tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pelaksanaan pembangunan.
Sasaran utama kegiatan berupa peningkatan kualitas Jalan Desa Cijunti melalui pembangunan rabat beton sepanjang 380 meter, dengan lebar 4 meter dan ketebalan 20 sentimeter. Selain pembangunan jalan, kegiatan juga mencakup perbaikan Tembok Penahan Tanah (TPT), drainase serta gorong-gorong di sejumlah titik yang membutuhkan penanganan.
Pelaksanaan pembangunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses transportasi antarwilayah, mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup warga desa.
Adapun dampak yang diharapkan antara lain memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil ekonomi, mendorong percepatan pembangunan desa, serta memperkuat budaya gotong royong masyarakat.
Libatkan TNI, Pemerintah dan Masyarakat
Dalam pelaksanaannya, BSMSS melibatkan berbagai unsur. Terdapat 30 personel TNI, 2 anggota Linmas, 4 orang aparat desa/kecamatan, 4 orang dari pemerintah daerah, serta masyarakat sebanyak 20 orang secara bergiliran. Total keterlibatan mencapai sekitar 60 orang. Kegiatan BSMSS Tahun 2026 direncanakan berlangsung selama 21 hari, dengan pelaksanaan pekerjaan lapangan dimulai pada September hingga awal Oktober 2026.
Dandim 0619/Purwakarta berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, lancar dan selesai tepat waktu dengan dukungan penuh dari masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan oleh TNI, tetapi juga bekerja sama dengan masyarakat. Jadi tujuannya tidak hanya membangun fisik, tetapi pembangunan nonfisik juga, dengan harapan terjadi kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.
Melalui BSMSS 2026, pembangunan infrastruktur di Desa Cijunti diharapkan tidak hanya menghasilkan akses jalan yang lebih baik, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan desanya. (ME – PRO 93.10 FM)



