Pemerintah Kabupaten Purwakarta Lakukan Pembagian 33 Unit Traktor untuk Meningkatkan Percepatan Masa Tanam

PURWAKARTA – Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta melakukan upaya dalam meningkatkan dan mempercepat sektor pertanian, terutama pada hasil padi. Hal ini dilakukan karena kondisi pangan saat ini terancam akibat dampak dari kemarau panjang (El Niño). Penjabat (Pj) Bupati Purwakarta, Benni Irwan, bersama Kodim 0619 Purwakarta menyerahkan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berupa traktor roda dua sebanyak 33 unit dari Kementerian Pertanian kepada kelompok tani. Penyerahan ini dilakukan di Halaman Dinas Pangan dan Pertanian pada Kamis (06/06/2024).

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, mengatakan pihaknya telah menyerahkan traktor roda dua sebanyak 33 unit sebagai bantuan dari Kementerian Pertanian. Adapun tujuan dari bantuan traktor ini adalah untuk mempercepat pengolahan tanah pada petani yang ada di lapangan, sehingga ketertinggalan masa tanam dapat terpenuhi dan produksi akan tercapai pada bulan Oktober.

“Produksi diharapkan pada bulan Oktober ini akan tercapai, karena dibanding tahun kemarin hasil panen kita terjadi minus sekitar 2.800 ton. Sasaran kita kali ini memiliki target sebanyak 3.600 ton, sehingga dengan target dari percepatan tadi, insyaallah minimal hasil pada tahun ini sama dengan sasaran tahun 2023,” kata Midan.

Selain itu, Midan berencana pihaknya akan terus mengajukan bantuan benih secara bertahap, karena dari luas tanah 17.900 hektare baru 6.000 hektare yang dibantu. Hal ini akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan anggaran dan arahan dari kementerian, termasuk bantuan traktor dan pompa alkon.

“Sekarang baru 143 unit pompa, kalau petani membutuhkan kita akan usulkan lagi. Termasuk program-program yang lain seperti irigasi, usaha tani, dan program lainnya akan kita usulkan,” ujar Midan.

Bangkit dari dampak kemarau panjang (El Niño), Midan menjelaskan target pada tahun ini sudah terealisasi sebanyak 77%, yaitu 2.900 ton dari total target 3.670 ton. Berdasarkan hal tersebut, artinya minus pada hasil panen sudah terpenuhi dari program percepatan ini. Midan juga mengaku pihaknya selalu didukung Penjabat Bupati dengan menyediakan berbagai fasilitas untuk masa tanam. Menurutnya, masa tanaman perlu perawatan sehingga perlu pengamanan dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

“Kita sudah difasilitasi dua drone untuk pengendalian OPT, itu nanti akan digunakan jika terjadi serangan hama penyakit secara masif. Sebenarnya pestisida itu masih kurang namun akan kita optimalkan, sehingga jika nanti kurang lagi, akan kita ajukan ke provinsi,” jelas Midan.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Pertanian (SDP), Nanang Sunandar, sudah mengarahkan untuk pembagian traktor sebanyak 33 unit. Sebelumnya, pada saat kunjungan ketua tim TMMD, pihaknya telah menyerahkan tiga unit. Selanjutnya, ia berencana akan menyerahkan traktor untuk setiap desa di 17 kecamatan sebanyak satu unit, sementara pada tiap kecamatan sebanyak dua hingga tiga unit. Nanang juga mengatakan traktor akan langsung diserahkan kepada kelompok tani.

“Sementara untuk traktor ini prosesnya diserahkan ke kelompok tani seperti melakukan perawatan dan pembelian BBM. Masyarakat bisa meminjam kepada kelompok tani dan setelah pemakaian dikembalikan lagi, itu bagaimana kesepakatan dengan bagian operator dan perawatan. Pembagian traktor ini juga gratis,” tutup Nanang. (LA-PRO 93.10 FM)

Tinggalkan Komentar

error: Klik Play Streaming
%d blogger menyukai ini: