50 Siswa-siswi SDIT An-Najah Purwakarta Ikuti Wisuda Tahfidz Angkatan Ke-2

PURWAKARTA – Sebanyak 50 siswa-siswi Sekolah Dasar Islam Terpadu An-Najah, Purwakarta, mengikuti Wisuda Tahfidz angkatan ke-2 dengan Tema “Mewujudkan Generasi Qur’ani, Bersatu, Berprestasi Membangun Negeri”. Acara wisuda tersebut berlangsung di Bale Sawala Yudistira, Kompleks Pemda Purwakarta, Rabu (29/05/2024).

Kepala SDIT An-Najah, Ayi Muhammad Amin mengatakan Wisuda Tahfidz merupakan program tahunan. Setiap juz per tahun akan dilakukan wisuda seperti yang dilakukan pada tahun ini dan dilakukan dari berbagai kelas.

“Setiap juz per tahun akan dilakukan wisuda seperti pada tahun 2024 ini. Bukan hanya dari kelas 6 saja, tetapi juga dari kelas 5, kelas 2, bahkan dari kelas 1. Dia kelas 1, tapi dia sudah menyelesaikan hafalannya sebanyak satu juz sebagai wisudawan termuda atas nama Abizar Algifari Romli berusia 7 tahun,” kata Ayi.
Lebih lanjut, Ayi menghimbau kepada wisudawan/i untuk meningkatkan dan menjaga hafalannya. Serta berharap agar saat usia produktif nanti sudah bisa menghafal banyak juz.

“Saya sebagai Kepala Sekolah, menghimbau kepada wisudawan/i, tolong tingkatkan dan jaga hafalannya, supaya terus bertambah. Agar nanti di usia produktif anak sampai usia 20 tahun, para wisudawan/i ini nanti bisa menghafal banyak juz,” Terang Ayi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto merasa bahagia karena adanya SDIT An-Najah ini bisa berkontribusi dan memberikan pendidikan yang dicari oleh masyarakat seraya berharap wisudawan/i bisa terus berkembang.
“Ini menjadi kebahagiaan buat saya karena lembaga ini bisa memenuhi apa yang hari ini dirindukan oleh masyarakat. Mudah-mudahan anak-anak ini bisa terus berkembang dan sesuai dengan harapan kita, bisa menjadi generasi profil pelajar Pancasila cageur, bageur, pinter,” harap Purwanto.

Sementara itu, ungkapan rasa bangga disampaikan Ketua serta Wakil Ketua Komite Sekolah SDIT An-Najah, Rusmiati dan Amriah. Rusmiati menuturkan bahwa peran orang tua terhadap anak sangat penting.

“Saya merasa bangga menjadi orang tua, karena anak saya bisa menghafal 30 juz. Dari sekolahnya nanti ada takwil, terus di rumah dibantu murojaahnya,” tutur Rusmiati.

Sementara menurut Amriah, Wisuda Tahfidz kali ini mencetak wisudawan/i lebih banyak dari tahun sebelumnya. SDIT An-Najah merupakan sekolah yang terjangkau dan tidak kalah dengan sekolah yang sudah bonafit.

“Mudah-mudahan SDIT An-Najah ke depan selalu maju. Jadi banyak warga-warga yang kurang mampu, bisa bersekolah. Ini luar biasa,” jelas Amriah. (LA-PRO 93.10 FM)

Tinggalkan Komentar

error: Klik Play Streaming
%d blogger menyukai ini: