Digitalisasi Kolaborasi dan Inovasi Pondok Pesantren se- Purwasuka

PURWAKARTA – Perbankan syariah, yang telah ada sejak perdagangan zaman Jalur Sutra di Indonesia, terus mengalami perkembangan dan telah menjadi solusi pembiayaan dan beragam transaksi dengan akad Syariah sebagai dasar penerapannya. Pada Kamis, 27 Juli 2023, di Hotel Harper, Bupati Purwakarta, Hj. Anne Ratna Mustika, dan PLH Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, menghadiri acara penting bersama Kepala Cabang BSI Regional 6 Jawa Barat yang mendukung dan mendorong digitalisasi kolaborasi dan inovasi di wilayah ini.

Perkembangan perbankan syariah telah melalui sejarah panjang di Indonesia, bahkan telah terbukti sejak zaman Jalur Sutra, dengan sejumlah dokumen dan praktik-praktik masyarakat yang menjadi saksi dari prinsip-prinsip ekonomi Islam yang mendasari sistem ini. Saat ini, dengan adanya kemajuan teknologi, institusi perbankan syariah seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) semakin memainkan peran penting dalam memajukan transaksi sariah secara digital.

Menurut PLH Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, pihaknya sangat mendukung kegiatan yang menunjang digitalisasi kolaborasi dan inovasi, sejalan dengan visi Jawa Barat. Digitalisasi ini diharapkan dapat semakin menggerakkan masyarakat di Jawa Barat untuk mengadopsi dan memasyarakatkan transaksi digital yang lebih efisien.

Lebih lanjut, H. Uu Ruzhanul Ulum menyatakan bahwa komunitas pondok pesantren juga turut mendukung digitalisasi ini. Dengan adanya transaksi digital, pondok pesantren dapat memodernkan manajemen administrasi mereka, membantu mereka lebih melek teknologi dan siap menghadapi era 4.0.

Bupati Purwakarta, Hj. Anne Ratna Mustika, juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Digitalisasi perbankan keuangan dan pembayaran dianggap sangat penting untuk mencapai target pemerintah daerah terkait Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang juga berdampak kepada masyarakat.

Namun, Bupati Anne menyoroti dua hal penting yang harus diperhatikan dalam upaya mendukung digitalisasi ini. Pertama, literasi dan pemahaman masyarakat terhadap teknologi dan transaksi digital harus ditingkatkan agar mereka dapat dengan baik mengadopsi dan memanfaatkan teknologi ini. Kedua, infrastruktur teknologi harus ditingkatkan agar digitalisasi dapat merata di seluruh wilayah, termasuk di pondok pesantren yang jumlahnya cukup signifikan di Kabupaten Purwakarta.

Acara ini menjadi contoh nyata dari upaya bersama antara pemerintah daerah, perbankan syariah, dan komunitas masyarakat untuk mendorong digitalisasi kolaborasi dan inovasi. Diharapkan kegiatan semacam ini akan terus berlanjut dan dapat membawa manfaat bagi perkembangan ekonomi dan teknologi di Jawa Barat. (PRO 93.1 FM)

Tinggalkan Komentar

error: Klik Play Streaming
%d blogger menyukai ini: