Industri Genteng Plered Didorong Naik Kelas, Menteri PKP Tekankan SNI dan Legalitas

PURWAKARTA, 14 April 2026 – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, mendampingi kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, serta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke sentra industri genteng PG. Padi Super di Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered, Selasa (14/4/2026).

Kunjungan diawali dengan peninjauan langsung proses produksi genteng, mulai dari pengolahan bahan baku hingga menjadi produk siap pakai. Rombongan kemudian melanjutkan agenda dengan dialog interaktif bersama para pengrajin dan puluhan pelaku usaha genteng setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan pentingnya penguatan industri lokal melalui standarisasi yang jelas. Ia mendorong penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada setiap produk, standarisasi harga untuk menciptakan persaingan yang sehat, peningkatan kualitas material secara berkelanjutan, serta kemudahan perizinan usaha.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut merupakan syarat utama agar industri lokal mampu naik kelas dan bersaing di tingkat nasional.

“Maju UMKM Indonesia, hidup UMKM Indonesia. Saya datang ke sini untuk menjelaskan arahan dari Presiden Prabowo Subianto terkait program gentengisasi rumah. Harapannya, gerakan ini bisa dimulai dan digelorakan dari Jawa Barat,” ujar Maruarar.

Ia menjelaskan, program tersebut bertujuan mendorong penggunaan genteng pada rumah-rumah masyarakat yang masih menggunakan atap seadanya, agar lebih nyaman dan tidak panas. Selain itu, program ini diharapkan mampu menghidupkan kembali UMKM genteng agar semakin berkembang.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein menyatakan dukungan penuh terhadap arahan Menteri PKP. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan perizinan bagi pelaku usaha sebagai bagian dari transformasi industri lokal agar lebih profesional.

Ia menilai, sentra genteng Plered bukan sekadar usaha biasa, melainkan aset daerah dengan nilai historis dan ekonomi tinggi. Namun tanpa strategi yang tepat, industri ini berpotensi tertinggal dan kalah bersaing dengan daerah lain seperti Jatiwangi, Majalengka.

“Ke depan, developer perumahan harus mulai dilibatkan. Tapi tentu syaratnya jelas, kualitas harus baik dan harga harus kompetitif,” ujarnya.

Melalui momentum kunjungan ini, diharapkan peluang pasar industri genteng Plered semakin terbuka luas, sehingga mampu memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengrajin. (ME – PRO 93.10 FM)

Iklan Layanan Masyarakat (ILM)