Berita Purwakarta

Peduli Stunting, Duta Genre Kabupaten Purwakarta Adakan Sosialisasi INI GENTING!

PURWAKARTA – Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Purwakarta menggelar sosialisasi Implementasi Nyata Genre Cegah Stunting (INI GENTING) sebagai langkah pencegahan stunting. Duta GenRe Kabupaten Purwakarta 2023, Shabirah Julia Ulfa Nessyah dan Maulana Dzikri Putra Mayansyah, turut hadir sebagai narasumber dalam acara talkshow yang dipandu oleh Nano S. Dayat di Radio Pro 93.1 FM Purwakarta pada Kamis (20/06/2024).

Duta GenRe Kabupaten Purwakarta 2023 Shabira Julia Ulfa Nessyah menjelaskan bahwa Duta GenRe adalah program dari DPPKB yang ditujukan kepada remaja.

“Duta GenRe adalah program dari DPPKB yang ditujukan kepada remaja karena remaja akan melanjutkan perjalanan hidup ke pernikahan. Sangkutpautnya, Ini Genting merupakan implementasi nyata generasi berencana untuk mencegah stunting,” jelas Nessya.

Shabirah Julia Ulfanessyah dan Maulana Dzikri Putra Mayansyah menyatakan bahwa Duta GenRe telah melakukan sosialisasi di berbagai SMP dan SMA di Kabupaten Purwakarta. Selain pembekalan dalam pemilihan Duta GenRe, juga telah dilakukan pelatihan yang dibina oleh BKKBN Jawa Barat di Kabupaten Karawang.

“Untuk Ini Genting, kami telah melakukan pelatihan untuk fasilitator yang dibina oleh BKKBN Jawa Barat selama 2 hari di Kabupaten Karawang. Selain pelatihan fasilitator, selama pembekalan sebagai Duta GenRe kami juga diberi materi tentang edukasi gizi terkait stunting,” kata Nessya dan Maulana.

Maulana mengungkapkan bahwa berkaitan dengan gizi pasti tak asing dengan 4 Sehat 5 Sempurna. Namun, pada tahun-tahun ini, dirasa tidak lagi sinkron dengan generasi saat ini, sehingga 4 Sehat 5 Sempurna diganti menjadi 4 Pilar Gizi Seimbang, atau dikenal dengan Isi Piringku.

“Sebelumnya, 4 Sehat 5 Sempurna lebih fokus pada makanan, namun 4 Pilar Gizi seimbang dibarengi dengan aktivitas fisik dan perilaku hidup bersih sehingga lebih menyeluruh,” ungkap Maulana.

Nessya menjelaskan bahwa Isi Piringku mengacu pada susunan makanan sehari-hari yang harus terpenuhi komposisinya.

“Isi Piringku terdiri dari 2/3 makanan pokok berupa karbohidrat seperti nasi dan jagung, 2/3 lainnya sayuran, dan 1/3 buah serta lauk. Jangan lupa untuk diimbangi dengan konsumsi air putih,” jelas Nessya.

Nessya juga menegaskan bahwa DPPKB memberikan dukungan dalam percepatan penurunan stunting melalui kegiatan Giat Intervensi Serentak di posyandu yang menjangkau Ibu hamil, ibu nifas, Catin (calon pengantin), Baduta (Bayi Dua Tahun), dan Balita (Bayi Lima Tahun).

“Catin hadir di posyandu untuk pengecekan LiLA (Lingkar Lengan Atas), berat badan, dan tinggi badan sebagai standar ukuran untuk mencegah stunting,” tegas Nessya.

Maulana dan Nessya memberikan masukan mengenai kebutuhan maksimal konsumsi harian dengan prinsip G4 G1 L5.

“Untuk memenuhi kebutuhan maksimal konsumsi harian, patuhi prinsip G4 G1 L5 yaitu maksimal gula 4 sendok makan, garam 1 sendok teh, dan lemak 5 sendok makan per hari,” jelas keduanya.

Pada penutup, Maulana dan Nessya mengingatkan pentingnya memperhatikan gizi, pola makan, gaya hidup, serta semangat menjaga kesehatan reproduksi.

“Jangan abaikan aspek gizi, pola makan, dan gaya hidup karena berdampak pada kesehatan. Ayo, jaga semangat untuk menjaga kesehatan reproduksi, saatnya generasi muda berencana!” tutup Maulana dan Nessya. (LA-PRO 93.10 FM)

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: