Pemerintah Kabupaten Purwakarta Sebar 83 Petugas Pemeriksa Hewan Kurban Menjelang Idul Adha

PURWAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Peternakan dan Perikanan telah melepas 83 petugas pemeriksa hewan kurban yang disebar di 17 kecamatan. Para petugas ini akan mulai bertugas dari tiga hari sebelum hingga tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha. Acara pelepasan berlangsung di Pasar Ingon-ingon Ciwareng, Senin, 10 Juni 2024.

PLH Sekda dr. Agung Darwis menjelaskan bahwa petugas kesehatan hewan kurban telah diberangkatkan untuk memastikan kesehatan hewan kurban di seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta. “Tujuannya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa hewan yang dikurbankan sudah dinyatakan ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Petugas masjid dan DKM juga dilibatkan,” ujar dr. Agung.

Ia menambahkan, meskipun hewan kurban secara syar’i memenuhi syarat halal, aspek kesehatan juga menjadi perhatian utama. Fokus pemeriksaan adalah memastikan hewan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD), yang saat ini sudah sangat berkurang atau tidak ada.

“Kita akan memeriksa hewan dari H-3 sampai H+3, termasuk membatasi lalu lintas hewan dari luar daerah. Ini untuk memastikan hewan yang masuk ke Purwakarta sehat dan aman untuk dikurbankan,” tambah dr. Agung.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Siti Ida Hamidah, mengungkapkan bahwa tim pemeriksa terdiri dari 83 petugas yang disebar di 17 kecamatan, dengan 24 petugas di Kecamatan Purwakarta dan sisanya di 16 kecamatan lainnya. Selain itu, 50 anggota DKM dan 10 dokter hewan juga turut serta dalam pemeriksaan sebelum dan sesudah pemotongan.

“Petugas akan melaksanakan tugas dari tanggal 17 sampai 20 Juni. Hewan kurban yang diperiksa tahun ini diperkirakan lebih banyak karena kasus PMK dan LSD sudah menurun,” kata Ida. Ia berharap pelaksanaan pemeriksaan hewan kurban dapat berjalan lancar dengan dukungan dari semua pihak terkait.

Sri Wuryasturati dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Wilayah Jabar VIII menyatakan bahwa masyarakat kini dapat merasa tenang karena situasi kesehatan hewan lebih terkendali dibandingkan dua tahun lalu. “Pemerintah terus berupaya menekan penyebaran penyakit. Kami memastikan bahwa pemeriksaan ante-mortem dan pemantauan di tempat pemotongan dilakukan dengan baik,” ujar drh. Sri.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun ada info mengenai antraks di DIY dua bulan lalu, Purwakarta tetap waspada dan siap dengan uji laboratorium cepat jika diperlukan. “Insya Allah, dengan komunikasi yang baik dan pemantauan oleh petugas, kita dapat menjaga kesehatan hewan kurban dan memastikan proses penyembelihan berjalan lancar,” tutup drh. Sri. (PRO 93.10 FM)

Tinggalkan Komentar

error: Klik Play Streaming
%d blogger menyukai ini: