Pemkab Purwakarta Tanam 7.000 Pohon di Sukatani, Pulihkan Lahan Kritis

PURWAKARTA – Upaya pemulihan lahan kritis terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui aksi penanaman bersama yang dipimpin Sekretaris Daerah Sri Jaya Midan, Selasa (21/4/2026) di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang melibatkan sejumlah perusahaan, di antaranya PT Chang Shin Indonesia, PT Feng Tay Indonesia, PT Daehwa Leather Lestari, dan PT TKG Taekwang Indonesia.

Sebanyak 7.000 pohon ditanam di lahan seluas 10 hektare, dengan jenis tanaman produktif seperti durian, kelengkeng, dan mangga. Penanaman ini bertujuan untuk memulihkan lahan kritis sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sekda Purwakarta menegaskan, kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman, tetapi harus diiringi dengan perawatan yang maksimal, terutama menjelang musim kemarau.

“Jangan hanya sekadar menanam, tetapi juga harus merawat. Sumber air harus disiapkan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perawatan tanaman akan dilakukan secara berkelanjutan hingga dua tahun ke depan. Selain perusahaan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat melalui penyuluh kehutanan akan melakukan pembinaan dan monitoring rutin setiap dua minggu sekali. Pemerintah desa dan kelompok tani hutan juga bertanggung jawab menjaga keberlangsungan tanaman.

Hasil dari tanaman produktif tersebut nantinya akan dikelola oleh kelompok tani hutan setempat, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, Desa Pasirmunjul merupakan wilayah rawan pergerakan tanah, sehingga penghijauan menjadi langkah penting untuk mencegah potensi bencana alam sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, mengapresiasi langkah Pemkab Purwakarta dalam meningkatkan tutupan lahan.

Ia menekankan pentingnya konsep berkelanjutan dalam penghijauan, yakni tidak hanya menanam, tetapi juga memastikan pemeliharaan berjalan optimal.

“Konsepnya bukan hanya tanam hari ini, tapi juga dipelihara di tahun berikutnya. Ini bisa menjadi contoh penanganan lahan kritis yang baik,” katanya.

Dodit juga menyoroti pentingnya keberagaman jenis tanaman. Menurutnya, kombinasi tanaman kayu dan buah akan memberikan manfaat lebih besar, baik dari sisi ekologi maupun ekonomi, serta mengurangi risiko serangan penyakit pada tanaman.

Melalui program ini, Pemkab Purwakarta berharap mampu menjaga tutupan lahan, mencegah erosi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan hasil tanaman produktif di masa mendatang. (YT – PRO 93.10 FM)

Iklan Layanan Masyarakat (ILM)