Purwakarta Jadi Tuan Rumah Mimbar Sarasehan Tani KTNA Tingkat Provinsi Jawa Barat 2025

PURWAKARTA – Suasana meriah tampak di Kebun Istimewa, Desa Garokgek, Kecamatan Kiarapedes, saat digelar kegiatan Mimbar Sarasehan Tani Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025, pada 12-13 November 2025.

Kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Purwakarta ini dihadiri jajaran Forkopimda, para Kepala OPD Provinsi dan Kabupaten, serta pelaku UMKM dari berbagai daerah di Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Purwakarta juga menggelar panen pedet dari sejumlah kelompok ternak binaan di wilayahnya.

Mewakili Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Lusi Lesminingwati, menyampaikan bahwa nilai tukar petani (NTP) Jawa Barat masih berada sedikit di bawah rata-rata nasional, yakni di angka 116 poin, sementara nasional berada di 120 poin. Meski demikian, kata Lusi, capaian itu menunjukkan adanya surplus dan menjadi dorongan agar kinerja sektor pertanian semakin meningkat.

“Nilai tukar petani menjadi indikator penting kesejahteraan. Artinya, kita harus terus memperkuat produktivitas sekaligus memperhatikan nilai sosial, ekologis, dan kultural dari aktivitas pertanian,” ujarnya.

Lusi juga menekankan pentingnya hilirisasi produk pertanian, seperti pengemasan dan pengolahan hasil panen agar nilai jualnya meningkat. Ia menegaskan, pemerintah harus hadir sebagai regulator, fasilitator, dan dinamisator yang mendukung kolaborasi antara petani, pelaku usaha, dan lembaga terkait.

“Petani tidak hanya menghasilkan beras atau teh, tetapi juga harus bisa menghadirkan produk olahan dengan nilai tambah. Kendala seperti modal dan hama harus diselesaikan melalui sinergi lintas sektor,” jelasnya.

Sementara itu, mewakili Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, Penjabat Sekda Hj. Nina Herlina menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menunjuk Kabupaten Purwakarta sebagai tuan rumah kegiatan tingkat provinsi ini.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dari KTNA kabupaten dan kota se-Jawa Barat, juga kepada masyarakat yang telah ramah menjamu para tamu di 85 homestay milik warga di Kiarapedes,” kata Nina.

Ia berharap, hasil diskusi dan rekomendasi yang lahir dari kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, KTNA, dan masyarakat tani untuk mewujudkan pertanian Jawa Barat yang maju, mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.

“Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi para petani dan pemerintah daerah untuk terus berkontribusi dalam memajukan sektor pertanian,” pungkasnya. (PRO 93.10 FM)

Iklan Layanan Masyarakat (ILM)