PURWAKARTA – Dalam rangka meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di era digital, RT 19 RW 05 Perumahan Benteng Mutiara Mas, Desa Campaka, Kecamatan Campaka menggelar Workshop Pelatihan Dasar UMKM Cakap Digital, bertempat di Bale RT 19 pada Minggu (29/6/2025).
Pelatihan yang mengusung materi “Belajar Foto Produk” dan ” Belajar Menghitung Harga Pokok Produksi (HPP)” ini diikuti oleh para pelaku UMKM lokal dan dari beberapa wilayah sekitar seperti Sadang, Pasawahan, dan Bunder. Kegiatan ini menghadirkan fasilitator dari Mercy Corps Indonesia, Ibu Dedeh Nurhayati.
“Pelatihan ini digagas karena banyak pelaku UMKM di lingkungan Benteng Mutiara Mas yang potensial, namun masih minim edukasi terkait promosi digital. Tujuan utama kami adalah membekali mereka dengan pengetahuan dasar yang relevan agar usahanya bisa berkembang di era digital,” ujar Aji Justira, Ketua RT 19 sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan.
Pelatihan ini membahas teknik membuat foto produk hanya dengan menggunakan smartphone serta cara menulis iklan (copywriting) menggunakan kecerdasan buatan (AI). Peserta juga dikenalkan dengan konsep menghitung HPP secara tepat, termasuk biaya tenaga kerja yang kerap tidak diperhitungkan oleh UMKM.
Aplikasi “Sadulur” Siap Bantu Promosi Produk Lokal
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga memperkenalkan aplikasi Sadulur, sebuah platform digital berbasis lokal yang sedang dikembangkan oleh warga RT 19. Aplikasi ini ditujukan untuk mempromosikan produk dan jasa UMKM secara gratis, dengan target peluncuran awal Agustus 2025.
“Sadulur akan menjadi sarana digital promosi dan jual-beli, tidak hanya produk tapi juga jasa. Aplikasinya sedang kami sempurnakan dan akan tersedia di Play Store,” tambah Aji.
Menurut narasumber Dedeh Nurhayati, peserta menunjukkan antusiasme tinggi meski di awal mengalami kendala teknis. Namun melalui praktik langsung, peserta berhasil memahami materi yang disampaikan.
“Saya awalnya ragu karena ini lingkungan perumahan, tapi ternyata mereka sangat terbuka dan aktif. Materi dasar seperti penggunaan HP untuk foto produk dan copywriting dengan AI justru sangat dibutuhkan,” jelas Dedeh.
Sementara, Salah satu peserta pelatihan, Lilis Suryani (Mamah Jasmine), pelaku UMKM di bidang kerajinan tangan, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini.
“Saya jadi sadar bahwa harga produk yang saya tawarkan terlalu murah karena belum menghitung jasa sendiri. Pelatihan ini membuka wawasan saya soal promosi dan pengelolaan usaha secara profesional,” ujarnya.
Workshop ini menjadi bukti bahwa edukasi digital sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM untuk naik kelas. Dengan kolaborasi warga, narasumber, dan pengembangan teknologi lokal seperti aplikasi Sadulur, diharapkan UMKM di lingkungan Benteng Mutiara Mas semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas. (ME – PRO 93.10 FM)


