PPSI Purwakarta Gelar Pasanggiri Pencaksilat Bupati Cup 2025

PURWAKARTA – Seni bela diri Pencaksilat, yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO pada 12 Desember 2019, kembali mendapat ruang pelestarian di Kabupaten Purwakarta.

Bertempat di Bale Maya Datar, Persatuan Pencaksilat Seluruh Indonesia (PPSI) Purwakarta menyelenggarakan Pasanggiri Pencaksilat Bupati Cup 2025 pada 28–30 November 2025.

Kompetisi bergengsi ini mempertemukan 380 pesilat dari 29 perguruan PPSI se-Kabupaten Purwakarta. Para peserta memperebutkan Piala Bupati Bergilir, Piala Dandim 0619 (Juara Umum I), Piala Kapolres Purwakarta (Juara Umum II), serta Piala Ketua DPRD Purwakarta (Juara Umum III).

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang diwakili oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud), Drs. H. Suhandi.

Kepala Disporaparbud Purwakarta, Suhandi, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai pasanggiri tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi dan pelestarian budaya.

“Kami sangat mengapresiasi dan bangga kepada PPSI Purwakarta atas terselenggaranya Pasanggiri Pencaksilat Bupati Cup ini. Selain menjaga tradisi, PPSI Purwakarta bersama bendera KORMI juga telah mampu meraih prestasi di tingkat nasional,” ujar Suhandi.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar secara berkelanjutan untuk melahirkan atlet-atlet pencaksilat berprestasi, sekaligus memperkuat eksistensi budaya lokal. (PRO 93.10 FM)

Iklan Layanan Masyarakat (ILM)