Berita Purwakarta

Sukses Panen 5 Ton Per Hektare, Purwakarta Siapkan 1.000 Hektare Lahan untuk Tanam Padi Nutrizinc di Kecamatan Wanayasa

PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta, terus mengembangkan padi nutrizinc setelah sukses panen 5 ton per hektare. Akibat suksesnya panen padi, Purwakarta menyiapkan 1.000 hektare lahan di Kecamatan Wanayasa untuk musim depan.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Wanayasa, Nana Sumarna, mengatakan saat ini di Kecamatan Wanayasa memiliki 400 hektare untuk menanam padi.

“Untuk satu kabupaten itu sekitar 1.000 hektare, namun yang paling banyak saat ini ada di Wanayasa seluas 400 hektare,” kata Nana saat diwawancarai di Radio Pro Purwakarta, Kamis (11/07/2024).

Untuk produksi dari padi nutrizinc, Nana menjelaskan bahwa hasil produksi di Wanayasa berbeda-beda setiap desanya, sekitar 3,5 sampai 6 ton per hektare sesuai topografinya.

“Untuk produksi di Wanayasa berbeda-beda, karena di Wanayasa ada 15 desa yang memiliki topografi berbeda-beda, 400-900 mdpl. Dari beberapa topografi ada yang 3,5-5 ada yang 6, untuk rata-ratanya 5 ton per hektare,” jelas Nana.

Nana menuturkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta sudah menyiapkan 1.000 hektare lahan untuk tanam padi nutrizinc di Kecamatan Wanayasa, namun beberapa kecamatan yang memiliki topografi lebih rendah seperti Kecamatan Pondoksalam, Pasawahan, Campaka, dan Cibatu.

“Penanaman padi nutrizinc bisa dikembangkan di beberapa kecamatan yang memiliki topografi lebih rendah, seperti Kecamatan Pondoksalam, Pasawahan, Campaka, dan Cibatu. Dikarenakan saya fokusnya di Wanayasa, untuk musim depan kita sudah menyiapkan lahan 1.000 hektare untuk penanaman padi nutrizinc,” tutur Nana.

Nana juga menceritakan pada bulan Februari kemarin, ia mendapat kesempatan untuk mengikuti bazar dari Kementerian Pertanian yang dihadiri oleh beberapa negara dan juga stakeholder. Perwakilan dari Purwakarta membawa 2 kuintal beras dan berbagai olahan makanan dari tepung beras nutrizinc. Produk dari nutrizinc mendapatkan respon yang baik dan habis terjual.

“Pada bulan Februari, kami menerima kesempatan untuk ikut bazar di Kementerian Pertanian. Di sana, kami menggelar produk dari beras nutrizinc seperti seperti awug, seroja, kue ali, papais dan kami juga membawa 2 kuintal beras nutrizinc. Kami juga mendapat kesempatan untuk bertemu tamu-tamu dari berbagai negara dan stakeholder. Mereka menyukai produk kami dan beras nutrizinc sebanyak 2 kuintal habis terjual,” ujar Nana. (LK-PRO 93.10 FM)

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: