Berita Purwakarta

Upaya Kabupaten Purwakarta dalam Menurunkan Angka Stunting

PURWAKARTA – Stunting merupakan kondisi dimana tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan anak-anak seusianya, yang juga dapat mempengaruhi kesehatan dan kecerdasan anak. Kabupaten Purwakarta ditargetkan untuk menurunkan angka stunting dari 24% menjadi 21,02%, mengurangi sebanyak 2,98%.

Penjabat (Pj) Bupati Purwakarta, Benni Irwan, mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, data dari Survei Kesehatan Indonesia menunjukkan adanya kenaikan balita terdampak stunting di Purwakarta dari 21,8% pada tahun 2023 menjadi 24%. Kenaikan ini juga terlihat di beberapa daerah di Jawa Barat dan tingkat nasional. “Ini tentu perlu menjadi perhatian khusus bagi kita, khususnya di Purwakarta. Karena ini ada kaitan besar dengan bonus demografi penduduk Indonesia. Kita tidak mau bonus demografi ini akan berubah jika tidak bisa memanfaatkan momentum ini,” kata Benni, di Bale Sawala Yudistira, Kamis, 4 Juli 2024.

Benni menambahkan bahwa bonus demografi ini dapat berubah menjadi bencana demografi jika generasi muda tidak produktif. “Ini menjadi tanggung jawab kita semua, pemerintah harus mempersiapkan generasi sekarang untuk menjadi generasi yang produktif, sehat, dan cerdas,” ungkapnya.

Dalam kaitannya dengan isu stunting, Benni menuturkan bahwa Purwakarta sudah memiliki mekanisme penanganan yang sistematis. Stunting merupakan isu yang tidak hanya menjadi perhatian lokal tetapi juga nasional. Data terbaru menunjukkan adanya kenaikan prevalensi stunting, yang menurut Benni harus ditanggapi dengan serius. “Tidak ada pilihan lain, kita harus memperhatikan Survei Kesehatan Indonesia (SKI),” katanya.

Menurut Benni, saat ini ada sekitar 15 ribu balita di Purwakarta yang perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. “Kita harus mendalami dari 15 ribu ini, yang sudah terdampak stunting ada berapa? Di mana posisinya? Di desa mana? Di rumah yang mana? Itu yang saya maksud dengan by name, by address,” jelasnya.

Benni menjelaskan bahwa perlu ada intervensi dan upaya pencegahan yang lebih efektif. “Kita sudah ada upaya untuk menanggulanginya, buktinya ada yang turun. Tapi upaya pencegahan yang selama ini dilakukan mungkin belum cukup efektif,” ungkapnya.

Benni menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk kampus dan dunia usaha. “Saya pikir Pemda Purwakarta perlu lebih intens membangun komunikasi dengan kampus, karena kampus juga memiliki banyak resources yang bisa memberi masukan dan kontribusi,” katanya. Ia juga mengajak BUMN dan BUMD untuk menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tim ini.

Benni menambahkan bahwa dalam desain konsep yang telah disiapkan, pihak-pihak terkait akan terlibat untuk memastikan program berjalan lebih efektif. “Kita perlu memastikan soal data yang by name, by address. Pendekatan-pendekatan orang tua juga bisa kita lakukan, tapi harus betul-betul terukur,” tutup Benni.

Dengan kolaborasi yang baik dan strategi yang terukur, diharapkan angka stunting di Purwakarta dapat diturunkan sesuai target yang ditetapkan oleh provinsi, demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, serta mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045. (YT-PRO 93.10 FM)

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: