PURWAKARTA – Wakil Menteri Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) yang juga Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Purwakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau dan memberikan dukungan langsung terhadap program-program terkait kependudukan dan kesehatan keluarga, khususnya terkait dengan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia pra-sekolah pada Rabu, 26 Februari 2025.
Isyana Bagoes Oka bersama rombongan kementerian didampingi oleh Sekretaris Daerah Purwakarta, Norman Nugraha, serta sejumlah pejabat daerah setempat, mengunjungi berbagai lokasi dan mengadakan dialog dengan masyarakat, di antaranya di SPPG MBG Kodim 0619 Jalan Veteran, Kantor Kecamatan Purwakarta Kota untuk penyerahan MBG dan Zoom Meeting Pelayanan KBKR, serta peninjauan KIE, pelayanan KB, Edukasi 4T, dan kesehatan reproduksi di Kecamatan Plered.
Dalam kunjungannya, Isyana Bagoes Oka menyoroti pentingnya Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia pra-sekolah yang disalurkan oleh Kementerian. Program ini bertujuan untuk memastikan ibu hamil dan ibu menyusui mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung kesehatan ibu dan anak.
“Tadi kita sudah melihat bagaimana pelaksanaan makan bergizi gratis untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia pra-sekolah. Kami berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan program ini berjalan lancar di tingkat lapangan,” ujarnya..
Isyana juga menekankan bahwa seribu hari pertama kehidupan merupakan periode yang sangat penting untuk mencegah stunting, yang dimulai dari kehamilan, menyusui, hingga usia dua tahun. “Ini adalah masalah yang sangat krusial, dan kami berkomitmen untuk memastikan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia pra-sekolah bisa terpenuhi,” tambahnya.

Selain itu, dalam peninjauan di SPPG, Isyana Bagoes Oka menjelaskan bahwa program MBG bertujuan untuk menjangkau lebih banyak ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia pra-sekolah dengan terus meningkatkan koordinasi dan pemanfaatan data dari pendataan keluarga. “Kami memiliki pendataan keluarga yang mencatat jumlah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita usia pra-sekolah untuk memastikan mereka yang menerima manfaat benar-benar membutuhkan bantuan gizi,” ungkapnya.
Selain program MBG, kunjungan juga dilanjutkan dengan kegiatan pelayanan kontrasepsi yang digelar di pasar-pasar tradisional, sebagai bagian dari program serentak pelayanan KB di seluruh Indonesia. “Kami ingin melakukan pelayanan yang langsung menyentuh masyarakat, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan menghindari kegiatan yang bersifat ceremonial. Di sini, kami memberikan pelayanan KB dengan metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD dan implan,” jelas Isyana.
Di Purwakarta, kegiatan pelayanan KB di pasar ini berhasil menarik perhatian 60 peserta, dengan 4 di antaranya memilih metode kontrasepsi IUD, sementara sisanya memilih implan. Program ini bertujuan untuk menjangkau lebih dari 50 ribu peserta di seluruh Indonesia melalui pelayanan di 1.016 pasar yang tersebar di 472 kabupaten dan kota.
Isyana mengakhiri kunjungan dengan menyampaikan harapan agar seluruh program ini dapat terus berjalan dengan baik dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. “Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan semua program prioritas Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bisa terlaksana dengan baik,” tutupnya. (PRO 93.10 FM)


